Olympique Marseille mengklaim beknya, Alvaro Gonzalez mendapat ancaman pembunuhan. Ancaman itu keluar setelah Gonzalez terlibat keributan dengan bintang PSG, Neymar pada pertadingan PSG vs Marseille di Liga Prancis.

"Klub mengutuk pembocoran nomor pribadi Gonzalez dan rekannya di media Brasil dan media sosial.Itu meningkatkan pesan ancaman kepadanya termasuk ancaman pembunuhan," tulis pernyataan resmi Marseille seperti dikutip Goal.

Pertandingan PSG vs Marseille yang berlabel Le Clasique pada Selasa (15/9/2020) dinihari WIB berlangsung panas. Dalam laga itu, wasit mengeluarkan total lima kartu merah dan 14 kartu kuning.

Tudingan rasis muncul dari Neymar kepada Gonzalez setelah keduanya terlibat keributan. Tak terima, Neymar sempat menampar Gonzalez sebelum akhirnya ia dikartu merah wasit.

Pertandingan sendiri berakhir dengan kemenangan 1-0 bagi Marseille. Gol tunggal dalam pertandingan tersebut dicetak Florian Thauvin pada menit ke-31.

Bagi PSG, ini adalah kekalahan kedua beruntun di Liga Prancis 2020/21. Sebelumnya pada pekan pertama, mereka juga kalah 0-1 dari Lens.

Menanggapi tudingan Neymar, Marseille membela Gonzalez. Pihak klub menegaskan kalau pemainnya bukan pribadi yang suka bertindak rasis.

"Gonzalez tidak rasis. Ia telah menunjukkannya sejak bergabung dengan klub. Rekan-rekan setimnya pun mengakui hal itu," tulis Marseille.

Di sisi lain, Neymar sendiri lalu meminta maaf lantaran mendapat kartu merah tersebut. Akan tetapi, ia bersikukuh Gonzalez telah bertindak rasis.

"Kemarin saya berkelahi dan saya dihukum kartu merah karena saya ingin memukul pemain yang menyerang saya," kata Neymar seperti dilansir Goal.

"Saya kalah di pertandingan dan kurang bijaksana," ujarnya menambahkan.